[Toko Makmur Sentosa] | [tutup]
PASAR HOLISTIK: Perjalanan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2012

Tour ke Klenteng kawasan Pantura

Hari senin kemarin, saya diajak seorang teman untuk berwisata/ tour mengunjungi klenteng-klenteng di kawasan pantura, memang tidak semua klenteng yang bisa dikunjungi, karena keterbatasan waktu. Pada kesempatan pertama, kami mengunjungi klenteng di Welahan.
Ada Dua klenteng utama di Welahan, yang pertama klenteng yang tuan rumahnya Dewa bumi Hok Tek Ceng Sin, sedangkan yang kedua dengan tuan Rumah Dewa Hian Thian Siang Tee. Seperti klenteng-klenteng kebanyakan, dominasi warna merah selalu menyertai kehadirannya. Kedua klenteng ini terletak di area pasar welahan, sehingga jalannya selalu ramai dan padat.

Senin, 27 Agustus 2012

Berkunjung ke Panti Jompo

Hari ini saya beserta ibu, bibi dan kakak berkunjung ke panti jompo Pelkris yang ada di jalan Dr. Cipto Semarang, untuk menjenguk saudara ibu yang sedang di rawat disana, karena usia tua juga karena sakit. Rumah panti jompo itu, walaupun bangunan kuno, tapi sangat terawat dan bersih, terlihat dari kondisi bangunannya yang masih kokoh. Cukup besar pula rumah panti jompo itu, dan menampung sekitar 40 orang tua yang dititipkan disana.
Terlihat wajah-wajah tua yang memandang setiap orang yang datang, pada saat itu kebetulan hanya kami yang datang, jadi merekapun hanya melihat kami, ada yang sedang duduk-duduk saja, ada yang sedang mengobrol dengan sesama penghuni atau perawat, ada juga yang hanya tidur-tiduran saja.
Saudara ibu saya, yang dititipkan di rumah panti jompo itu, hanya bisa terbaring di ranjang, karena sakit penyakit yang dideritanya, juga karena usia tua, tetapi terlihat sehat dan terawat, karena para perawatnya merawatnya dengan baik.

Sabtu, 21 Juli 2012

Jut Bio ke Tegal

Untuk yang kesekian kalinya, saya ikut jut bio lagi, kali ini ke klenteng Tegal, dalam rangka ualang tahun Kongco Gwan Seng Cin Kun, pada jut bio kali ini dihadiri oleh 37 peserta dari berbagai kota di indonesia.
Pada hari minggunya 15 juli 2012, saat akan kirab keliling kota terpaksa menunggu sebentar, karena kebetulan pada hari ini, juga ada kirab dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, yang pesertanya dari anak-anak sekolah mulai SD sampai SMA tegal, ada sekitar 10 lebih Marching Band yang mengiringi kirab itu.
Baru pada sekitar pukul 15.00 WIB, kirab dari klenteng dimulai, kirab ini akan dilakukan sekitar 3 kali putaran, sampai jam 24.00 WIB, tetapi banyak peserta yang hanya mengikuti satu putaran saja, karena harus pulang ke kota masing-masing, jadi yang melakukan kirab sampai 3 kali putaran biasanya dari pihak tuan rumah, yaitu Klenteng Tek Hay Kiong Tegal.
Pada Malam hari sebelum kirab, juga diadakan ritual Menyeberangi Jembatan 7 Bintang, yang menurut kepercayaan bisa untuk perlindungan diri dan kelancaran rejeki. Selain itu juga ada acara Tang Sin, menginjak bara api, duduk diatas pisau, dan sebagainya.

Senin, 11 Juni 2012

Tour religi 7 hari

Pada tanggal 1 sampai 7 juni saya mengikuti tour untuk mengunjungi tempat-tempat peribadahan, yaitu vihara-vihara dan klenteng-klenteng yang ada di daerah jakarta dan jawa barat. Berikut ini sedikit cerita yang bisa saya bagikan, semoga bisa menambah wawasan kita semua tentang tempat-tempat wisata religi di jakarta dan jawa barat.
Hari pertama kita berangkat dari semarang sekitar pukul 8 pagi, menuju ke klenteng banten dan sepanjang perjalanan melewati beberapa vihara dan klenteng, di antaranya di pekalongan, kita sempat mampir sejenak untuk silahturahmi dan istirahat sejenak.
Karena jarak yang cukup jauh dari semarang ke banten, dan juga karena sepanjang perjalanan singgah di beberapa tempat ibadah, jadinya kita sampai di klenteng banten sekitar pukul 2 pagi dini hari, capek juga perjalanannya. :-)
Pada hari kedua, kita berangkat menuju ke jakarta dan mampir ke vihara tanjung kait, klenteng Tjing Te Yuen, juga sempat mampir ke taman anggrek mall dan kemudian menuju vihara cileungsi untuk bermalam disana.
Pada hari ketiga, berangkat menuju vihara palabuhan ratu, dan sempat mampir di klenteng cileungkap yang ada sumur 7 nya.
Untuk hari keempat, kita masih bermalam di vihara palabuhan ratu, dan sempat bertemu dengan mama ai rin, pendiri vihara tersebut yang juga menjadi suhu di vihara tersebut, jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang mama ai rin dan vihara palabuhan ratu, silahkan klik disini.
Pada hari kelima kita berangkat menuju taman wisata bunga di cipanas lalu ke bandung dan singgah di klentengnya serta menginap di hotel yang ada disana.
Hari keenam, pagi hari kita diberi kesempatan untuk berbelanja di bandung dan sempat mampir ke cihampelas mall, kemudian perjalanan dilanjutkan ke banyumas, lalu ke cilacap dan bermalam di klenteng cilacap.
Dan hari terakhir, dari klenteng cilacap kita menuju teluk penyu untuk bersantai sejenak, baru kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke semarang, dan sesekali mampir ke tempat perbelanjaaan untuk membeli oleh-oleh. :-)
Perjalanan tour selama 7 hari ini, lumayan membawa kesan-kesan yang indah, hanya sayang kadang-kadang antar peserta tour terjadi sedikit perselisihan, tetapi untungnya masih bisa diselesaikan dengan damai. :-)
Berikut ini, beberapa foto-foto yang sempat saya ambil, selamat menikmati. :-)

Vihara banten

vihara banten

klenteng ciamis

altar di klenteng cilacap

altar vihara cileungsi

gapura klenteng cileungsi

klenteng pekalongan

Vihara Palabuhan ratu

altar utama vihara Palabuhan Ratu

altar utama vihara Palabuhan Ratu

Rupang Bi Lek Hud di Palabuhan Ratu

tempat sembahyang dewi bumi vihara Palabuhan Ratu

pagoda klenteng tanjung kait jakarta

vihara gayatri - sumur 7 cileungkap


tempat sembahyang sumur 7

tempat sembahyang sumur 7





Rabu, 23 Mei 2012

Klenteng Banyumas

Dua hari yang lalu saya melakukan perjalanan ke klenteng Boen Tek Bio di Banyumas. Klenteng yang terletak di jalan Pungkuran 790 ini mempunyai  tuan rumah Kongco Hok Tek Ceng Sin (Fu Tek Zheng Shen).
Perjalanan ke banyumas dari semarang, kalau lancar memakan waktu 5 – 7 jam, karena rute yang dilalui juga ada jalan yang masih rusak, lumayan berat, di sekitar jalan menuju Purworejo. Sepanjang perjalanan mendekati Purworejo itu, banyak yang berjualan minuman dawet hitam, yang rasanya enak juga. :-)
Sesampainya di klenteng Boen Tek Bio, suasana sudah cukup ramai, karena itu pas malam menjelang tanggal 1 imlek, yang biasanya banyak orang yang datang untuk bersembahyang, terutama sembahyang tengah malam jam 12, menyambut tanggal 1 imlek.
Klenteng Boen Tek Bio cukup luas juga, walaupun tidak seluas klenteng tuban atau klenteng madura (lihat artikel tentang jut bio ke madura). Di Klenteng ini, ada yang istimewa, karena ada altar pemujaan dewa 5 sumur, yang airnya sudah disediakan untuk para pengunjung jika ingin meminumnya atau mau dibawa pulang.
Hawa di banyumas kalau malam sangat dingin juga, apalagi bagi saya yang orang semarang yang berhawa panas. Hal ini karena memang dekat dengan gunung slamet. Jika anda ingin mengetahui tentang kota banyumas silahkan anda cari via google dengan kata kunci banyumas.
Berikut ini, beberapa foto klenteng banyumas, yang bisa saya ambil.



Prasasti Klenteng Boen Tek Bio

Sembahyang bersama di tengah malam

Gedung serba guna

Prasasti gedung serba guna

Lukisan 8 dewa di dinding

Altar Utama Hok Tek Ceng Sin

Altar Dewa Kwan Kong

Aula untuk pertemuan

kamar mandi & WC

Senin, 23 April 2012

Jut Bio akbar di Lasem


Setelah minggu kemarin diadakan Jut Bio di Madiun, kali ini Jut Bio diadakan di Lasem, yang merupakan acara Ritual Budaya dan Kirab Akbar yang pertama kali diadakan di Lasem. Acara ini dalam rangka perayaan HUT Yang Mulia Makco Thian Siang Sing Bo. Acara ini dipusatkan di klenteng Tjoe An Kiong, Jl. Dasun 19 Lasem. Di Kota Lasem ini hanya ada tiga klenteng, yaitu Klenteng Tjoe An Kiong, Klenteng Poo An Bio dan Klenteng Gie Yong Bio, dan kirab akbar ini juga melewati kedua klenteng yang lainnnya.
Peserta kirab kali ini ada sekitar 53 klenteng dari berbagai kota di Indonesia, yang paling jauh dari Menado, Sulawesi. Ada juga yang dari Singkawang. Dan rombongan kirab terbesar setelah tuan rumah Lasem adalah dari perkumpulan Cahyo Buwono, Srandil; sebanyak 400 orangan yang ikut. Yang unik dari Cahyo Buwono ini adalah rupang yang dikirab adalah Eyang Semar, yang memang banyak dipuja di pulau Jawa ini. Dan selalu diiringi tembang-tembang jawa, yang syahdu juga didengarnya.
Dan seperti biasa, acara seperti ini, juga dimeriahkan dengan drumband, reog ponorogo, tarian naga, bahkan ada juga yang membawa bendera Merah Putih sebanyak 17 buah. Pada malam sebelumnya, yang juga diadakan acara pengundian kupon berhadiah dan acara lelang benda-benda yang pernah dipakai oleh Yang Mulia Makco Thian Siang Sing Bo. Kemeriahannya hampir sama seperti di madiun minggu kemarin.
Setelah selesai acara ini, kami juga bermalam di klenteng rembang. Berikut ini foto-foto yang sempat kami ambil dari acara tersebut diatas.
malam hari di klenteng Tjoe An Kiong

Panggung pertunjukkan dan hiburan

salah satu peserta kirab

salah satu peserta kirab

peserta kirab yang lainnya

Selasa, 17 April 2012

Jut Bio lagi ke Madiun


Pada kesempatan kali ini Jut Bio di adakan di Madiun, dalam rangka memperingati HUT  Thian Sang Sheng Mu dan juga HUT ke 125 klenteng Hwie Ing Kiong Madiun. Seperti yang di magelang, juga diadakan kirab sepanjang 7 km. Peserta kirab ada sekitar 55 klenteng dari berbagai kota, sampai dari jakarta juga ada. Mungkin ada yang bertanya siapakah Thian Sang Sheng Mu itu ? Beliau adalah seorang dewi yang biasa menolong para nelayan dan pelaut yang sedang mengalami musibah di lautan lepas.
Di acara kirab ini, juga dimeriahkan dengan parade seperti reog ponorogo, juga ada marching band dari SMK 5 madiun dan tentunya tidak ketinggalan parade tarian naga yang ikut, juga ada perkumpulan tarian naga doreng dari TNI. Sangat meriah, walaupun cuacanya cukup panas, karena kirab dimulai pukul 10 pagi lebih.
Malam sebelumnya juga ada semacam pertunjukkan, ada penyanyi, juga ada lelang perhiasan untuk dana amal bagi klenteng Hwie Ing Kiong. Di Madiun, acara seperti ‘Kirab Akbar dan Ritual Budaya’ ini baru pertama kali diadakan, kalau perayaan HUT biasa, tiap tahun pasti ada.
Pada malam itu, juga hadir bapak Walikota Madiun dan Kapolres Madiun, dan masing-masing menyumbangkan suara emasnya dan menyanyi di panggung, bahkan Kapolres Madiun menyanyikan lagu mandarin. Sungguh sangat bagus kerukunan antar umat beragama disana.
Ada beberapa foto-foto saat kegiatan diatas berlangsung, Cuma fotonya mungkin agak kurang bagus, karena hanya diambil dengan kamera handphone biasa.
Tarian naga

Peserta reog ponorogo

Pagoda 3 lantai

Klenteng Hwie Ing Kiong Madiun

Selasa, 20 Maret 2012

Jut Bio lagi ke Magelang

Kali ini saya mengikuti acara Jut Bio ke Magelang. Klenteng Liong Hok mengadakan acara “Kirab Ritual Budaya dan Ruwat Bumi” yang diadakan setiap 5 tahun sekali dan ini merupakan yang kedua kalinya.
Yang mengikuti acara ini ada 37 peserta dari berbagai kota seperti salatiga, semarang, cilacap, jepara, purworejo, bojonegoro, lasem, dsb. Suasananya sangat ramai dan meriah, karena banyaknya perserta yang hadir.
Keesokkan harinya setelah dilakukan sembahyang bersama, lalu diadakan kirab (arak-arakan) rupang-rupang para dewa yang mengikuti acara itu yang berasal dari berbagai kota tersebut, masing-masing membawa “kio” (semacam tandu kecil untuk menaruh rupang dewa yang akan diarak), arak-arakan itu mengelilingi sekitar kota magelang, lalu kembali lagi ke Liong Hok Bio (klenteng Liong Hok), untuk berpamitan dan setelah itu mereka pulang ke kota masing-masing.
Acara kirab (arak-arakan) itu juga dimeriahkan oleh parade liong samsi (tarian naga) juga ada semacam ondel-ondel yang seperti di budaya betawi, juga ada atraksi pertunjukkan sun go kong (kera sakti) dengan guru dan saudara-saudaranya, yang dimainkan oleh klub tari dari semarang.
Pada acara kirab ini, ada hal yang menarik, yaitu orang-orang dari berbagai agama bisa berkumpul bersama untuk merayakan acara ini, bahkan yang memikul tandu untuk arak-arakan itu ada yang beragama islam, tapi mau melakukannya, sungguh sangat indah menyaksikan kerukunan antar agama, maupun kerukunan antar suku.
Malam hari di Liong Hok Bio

Liong Hok Bio dari depan

atraksi tarian naga

tampak depan Liong Hok Bio