Seorang anak kecil penyemir sepatu sedang merenungi nasibnya
di bawah sebuah pohon di depan supermarket, dimana dia biasa bekerja menyemir
sepatu-sepatu para pengunjung supermarket itu. Anak ini sedang merenungi
nasibnya yang serba susah sehingga ia bertambah sedih.
Kemudian datanglah sebuah mobil mewah, si anak kecil itupun
berpikir, alangkah bahagianya jika ia bisa naik dalam mobil mewah itu, ia
merenung dalam hati, “Jika aku bisa seperti orang dalam mobil itu, alangkah
bahagianya ! Aku tidak perlu menyemir sepatu lagi dan tentu aku akan bisa
menikmati makanan, pakaian dan rumah yang mewah”.
Sopir mobil mewah itupun keluar dan masuk ke dalam
supermarket, tetapi orang kaya yang ada dalam mobil itu, tidak turun dan tetap
di dalam mobil. Tanpa sengaja, pandangan orang kaya dan si anak kecil itu
bertemu. Dalam hati orang kaya itu berpikir, “Alangkah senangnya jika aku bisa
bebas seperti anak kecil itu !”

