[Toko Makmur Sentosa] | [tutup]
PASAR HOLISTIK

Minggu, 17 November 2013

Sehari hidup sadar

Jangan lakukan sebuah tugas untuk tujuan agar tugas tersebut cepat selesai. Berupayalah untuk melakukan semua kegiatan dengan rileks, dengan penuh perhatian. Nikmatilah dan menyatulah dengan pekerjaan.

Setiap hari dan setiap jam, kita perlu berlatih hidup berkesadaran. Mudah diucapkan sulit dipraktekkan. Oleh karena itu saya menyarankan mereka yang datang ke sesi meditasi untuk menyisihkan satu hari khusus bagi latihan hidup sadar dalam satu minggu. Pada prinsipnya, tentu saja setiap hari harusnya latihan, dan setiap jam menjadi jam milik anda. Tetapi kenyataannya hanya ada sedikit sekali orang yang bisa melakukan itu. Kita merasa keluarga, tempat kerja, dan masyarakat kita telah merebut seluruh waktu kita. Jadi, saya mendorong setiap orang untuk menyediakan satu hari setiap minggu. Mungkin hari sabtu.
Jika yang dipilih adalah hari sabtu, maka seluruh hari sabtu harus menjadi milik anda, hari dimana anda sungguh-sungguh menjadi tuannya. Maka hari sabtu akan menjadi pendorong yang membuat anda terbiasa berlatih hidup sadar. Setiap relawan di komunitas perdamaian atau pelayanan sosial, betapapun, mendesaknya tugas mereka, mereka punya hak untuk hari itu, karena tanpa itu mereka akan terhanyut dalam kehidupan yang penuh kekuatiran dan tugas, dan akhirnya cara mereka menjalankan tugas tidak memberi manfaat. Kapanpun hari yang dipilih, hari tersebut dapat dianggap sebagai hari hidup berkesadaran.

Rabu, 30 Oktober 2013

8 Kebohongan IBU

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan Ibu sering memberiku bagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, Ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ---KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.
Ketika aku mulai tumbuh dewasa, Ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, Ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergisi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing Ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, Ibu duduk di samping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang-tulang ikan bekas kami makan itu. Aku melihat Ibu seperti itu, hatiku tersentuh juga, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada Ibuku. Tetapi Ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ---KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA.

Kamis, 24 Oktober 2013

Hati hati makan kangkung

silahkan percaya atau tidak terserah anda........ tapi makan sawi bisa juga kan..... Jika Anda penggemar kangkung, baik itu ca kangkung, petis kangkung, kangkung cos, dll yang berkaitan dengan kangkung, mungkin cerita ini dapat menjadi pertimbangan bagi 
Anda pada saat akan mengkonsumsi kangkung. Saya mendapat cerita ini dari seorang teman, tapi Saya lupa tempat persisnya di negara mana, yang jelas antara Singapura / Malaysia . Pada suatu hari di rumah sakit terkenal, semua dokter kebingungan hanya karena ada 
seorang anak kecil yang tampan menderita sakit perut. Anak itu dibawa ke rumah sakit 
oleh orang tuanya setelah 2 hari menderita diare. Sudah bermacam obat sakit perut yang diberikan kepada anak itu, namun diarenya tidak kunjung sembuh. Di rumah sakit orang tua anak tersebut ditanya oleh dokter, makanan apa saja yang 
sudah dimakan oleh anak tersebut selama 2 hari ini. Orang tua anak itu kebingungan, 
karena sejak anaknya diare otomatis anak tersebut tidak mau makan, dia hanya minum 
susu, itu pun langsung dikeluarkan lagi. Setelah usut punya usut, ternyata sebelum 
menderita diare, malamnya anak tersebut baru saja diajak makan kangkung cos di 
restoran oleh orang tuanya.

Senin, 30 September 2013

MAKNA PERSAHABATAN


Bayangkan jika anda adalah seorang wanita cantik seperti Agnes Monica :-) kemudian ada seorang pria lusuh dengan wajah pas‑pasan (katakanlah seperti Tukul :-) misalnya) yang mengajak anda untuk berkenalan dan menjadi sahabat, bagaimana reaksi anda? Kebanyakan pasti akan menolak atau tidak mau, tapi akan lain halnya jika yang mengajak kenalan adalah seorang pria yang wajahnya tampan seperti Farhan.
Itulah fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat kita saat ini. Jika seseorang kaya, cantik/tampan, berpengaruh dan punya kekuasaan akan enggan untuk berhubungan dengan seseorang yang miskin apalagi jelek rupanya.
Ada sebuah kisah, di suatu kota seorang anak laki‑laki kecil berkulit hitam terus saja memperhatikan seorang pejual balon di sebuah tempat keramaian di tengah kota. Orang tersebut nampak seperti pedagang yang baik hati karena melepaskan beberapa balon untuk menarik perhatian orang banyak agar membeli balonnya. Dia melepaskan sebuah balon warna merah, membiarkan balon itu untuk perlahan-lahan membumbung tinggi ke angkasa.

Senin, 16 September 2013

Kisah nyata anak durhaka dari Singapura

Sebuah kisah nyata dari negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri senior saat itu, Lee Kwan Yew turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.
Di kisahkan ada orang kaya raya disana, mantan pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dunia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadi ia single parent (orang tua tunggal) yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang sarjana.
Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang di benak orang tua tersebut bahwa apartemennya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih lagi jika ia mempunyai cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Minggu, 25 Agustus 2013

Lelaki Tua dan Tongkat

Pada suatu ketika, Sang Buddha bersemayam di Savatthi, terdapatlah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu beserta keempat anak laki-laki mereka. Harta keluarga itu berjumlah sebanyak delapan ratus ribu keping uang.
Ketika usia anak-anak mereka sudah dewasa, mereka lalu mengatur perkawinannya dan memberikan kepada masing-masing anak sejumlah seratus ribu keping uang. Tidak lama kemudian ibu anak-anak itu meninggal dunia. Anak-anak itu mempunyai pikiran yang sama, yaitu : “Kalau ayah kawin lagi, maka harta keluarga kita akan dibagi juga kepada anak-anak dari istri mudanya dan tidak ada lagi yang tersisa untuk kita. Marilah saudara-saudaraku, kita harus membantu ayah dan menenangkan hatinya.”
Sambil menunggu waktu yang tepat, mereka lalu melayani ayah mereka dengan menyediakan makanan-makanan yang enak-enak dan pakaian terbaik. Mereka juga memijati tangan kaki serta mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga ayah mereka. Setelah mereka merasa, sekaranglah waktunya yang tepat, mereka lalu berkata : “Ayah, kami berjanji akan merawat ayah selama hidupmu, berikanlah kekayaan ayah kepada kami.”

Kamis, 01 Agustus 2013

Renungan diri

Suatu saat sebuah benih dengan tekad yang kuat terus berusaha untuk menembus kehidupan dan berusaha agar bisa menjelma di dunia sana. Setelah berjuang sendirian dengan sekuat tenaga dan kemampuannya, akhirnya berhasil juga, setelah berproses sekian lama dan kemudian terlahirlah seorang bayi mungil.
Bayi yang lemah dan baru lahir ini, hanya bisa tergolek lemah tanpa daya, yang bisa dilakukan hanyalah menendang-nendang, atau menangis dengan keras tanpa daya, dengan dibantu oleh orang tuanya, bayi ini terus bertumbuh menjadi anak kecil yang mulai bisa merangkak, merambat dan akhirnya bisa berjalan dengan tertatih-tatih dengan bantuan orang tuanya, sampai usia sekian tahun segala sesuatu yang dilakukan yang berhubungan dengan urusan makan minum sampai buang air, semuanya harus dibantu orang tuanya, karena si bocah ini masih terus belajar dan berkembang menjadi lebih mandiri.
Setelah sekian tahun kemudian, si bocah sudah lebih dewasa, sudah bisa melakukan segala hal yang berkaitan dengan kelangsungan hidup dengan sendirinya, tetapi masih terus dengan pengawasan orang tuanya, karena kadang bisa saja masih salah dalam melakukan sesuatu hal, karena dia juga masih terus belajar menjalani kehidupan di dunia ini.