[Toko Makmur Sentosa] | [tutup]
PASAR HOLISTIK: CINTA DAN WAKTU

Sabtu, 08 Desember 2012

CINTA DAN WAKTU


Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda2 abstrak: ada CINTA, KESEDIHAN, KEKAYAAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Mereka hidup
berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempaskan pulau kecil itu dan air laut tiba2 naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat2
berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA.

Tak lama kemudian CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.

CINTA: " KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!
KEKAYAAN: " Aduh! Maaf, Cinta, perahuku telah penuh dengan harta bendaku
Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula
tak ada tempat bagimu di perahuku ini".


Lalu KEKAYAAN cepat2 mengayuh perahunya pergi. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya.

CINTA:" KEGEMBIRAAN tolonglah aku!" Namun
KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena dia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan CINTA.

Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama kemudian lewatlah KECANTIKAN.

CINTA: " KECANTIKAN, bawalah aku bersamamu!"
KECANTIKAN:" Wah CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu
ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini"

CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah KESEDIHAN.

CINTA:" Oh KESEDIHAN bawalah aku bersamamu!"
KESEDIHAN:" Maaf, aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja.......". dan dia mengayuh perahunya.

CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba2 terdengar suara" CINTA mari cepat naik keperahuku!"

CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat2 CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui
siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada salah seorang penduduk tertua di pulau itu.

" Oh orang tua tadi? Dia adalah WAKTU"
" Tapi kenapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman2 yang mengenalkupun enggan menolongku", tanya CINTA heran.

Kata orang itu:" Sebab hanya WAKTUlah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari CINTA itu......".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar