[Toko Makmur Sentosa] | [tutup]
PASAR HOLISTIK: Hati hati makan kangkung

Kamis, 24 Oktober 2013

Hati hati makan kangkung

silahkan percaya atau tidak terserah anda........ tapi makan sawi bisa juga kan..... Jika Anda penggemar kangkung, baik itu ca kangkung, petis kangkung, kangkung cos, dll yang berkaitan dengan kangkung, mungkin cerita ini dapat menjadi pertimbangan bagi 
Anda pada saat akan mengkonsumsi kangkung. Saya mendapat cerita ini dari seorang teman, tapi Saya lupa tempat persisnya di negara mana, yang jelas antara Singapura / Malaysia . Pada suatu hari di rumah sakit terkenal, semua dokter kebingungan hanya karena ada 
seorang anak kecil yang tampan menderita sakit perut. Anak itu dibawa ke rumah sakit 
oleh orang tuanya setelah 2 hari menderita diare. Sudah bermacam obat sakit perut yang diberikan kepada anak itu, namun diarenya tidak kunjung sembuh. Di rumah sakit orang tua anak tersebut ditanya oleh dokter, makanan apa saja yang 
sudah dimakan oleh anak tersebut selama 2 hari ini. Orang tua anak itu kebingungan, 
karena sejak anaknya diare otomatis anak tersebut tidak mau makan, dia hanya minum 
susu, itu pun langsung dikeluarkan lagi. Setelah usut punya usut, ternyata sebelum 
menderita diare, malamnya anak tersebut baru saja diajak makan kangkung cos di 
restoran oleh orang tuanya.
Dokter segera melakukan rontgen, ternyata diusus anak tersebut telah berkembang biak 
lintah dengan anaknya yang kecil-kecil. Dokter angkat tangan dan menyatakan tidak 
sanggup mengambil tindakan medis apapun. Akhirnya anak kecil tampan yang malang 
itupun meninggal dunia. Usut punya usut, ternyata lintah itu sebelumnya bersemayam di dalam batang kangkung yang besar. Memang, untuk penggemar kangkung cos yang paling enak adalah 
batangnya, apa lagi jika dimasak oleh seorang ahli, maka kangkung cos rasanya akan 
menjadi renyah. Lintah yang berada di dalam batang kangkung itu tidak akan mati walau dimasak selama apapun, apa lagi untuk kangkung cos proses memasak tidak terlalu 
lama untuk menghasilkan rasa kangkung yang enak. Lintah hanya akan mati jika dibakar.
Di dalam usus anak tadi, lintah yang tadinya hanya 1 dalam 2 hari berkembang biak 
dengan cepatnya karena terus menerus menghisap darah yang ada, otomatis dokter juga kebingungan, bagaimana mematikan/membersihkan lintah yang telaha sangat banyak 
tersebut dari dalam usus anak malang itu. Jujur saja, sejak mendengar cerita itu, kesukaan saya akan kangkung menjadi berkurang, boleh dibilang sudah 1 bulan ini saya sama sekali tidak mengkonsumsi kangkung dalam 
bentuk apa pun, bukan karena menjadi paranoid, tapi bagi Saya lebih baik menjaga 
segala kemungkinan yang ada, toh tidak hanya kangkung yang dapat kita konsumsi, 
masih banyak sayur lain yang dapat kita makan dengan meminimalisir segala kemungkinan "lintah" yang terselip di dalamnya. Semoga cerita ini dapat menjadi pertimbangan untuk kita semua pada saat ingin 
mengkonsumsi kangkung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar