[Toko Makmur Sentosa] | [tutup]
PASAR HOLISTIK: Selalulah Bersyukur

Senin, 08 April 2013

Selalulah Bersyukur


Seorang anak kecil penyemir sepatu sedang merenungi nasibnya di bawah sebuah pohon di depan supermarket, dimana dia biasa bekerja menyemir sepatu-sepatu para pengunjung supermarket itu. Anak ini sedang merenungi nasibnya yang serba susah sehingga ia bertambah sedih.
Kemudian datanglah sebuah mobil mewah, si anak kecil itupun berpikir, alangkah bahagianya jika ia bisa naik dalam mobil mewah itu, ia merenung dalam hati, “Jika aku bisa seperti orang dalam mobil itu, alangkah bahagianya ! Aku tidak perlu menyemir sepatu lagi dan tentu aku akan bisa menikmati makanan, pakaian dan rumah yang mewah”.
Sopir mobil mewah itupun keluar dan masuk ke dalam supermarket, tetapi orang kaya yang ada dalam mobil itu, tidak turun dan tetap di dalam mobil. Tanpa sengaja, pandangan orang kaya dan si anak kecil itu bertemu. Dalam hati orang kaya itu berpikir, “Alangkah senangnya jika aku bisa bebas seperti anak kecil itu !”

Tiba-tiba saja, si orang kaya itu melambaikan tangannya memanggil anak kecil yang tengah melamun itu. Setelah mendekat ke mobil itu, orang kaya itu bertanya,”Maukah kamu menggantikan aku duduk di dalam mobil ini san saya akan menggantikanmu ?” Di tengah-tengah terkejutnya anak kecil itu, si orang kaya itu membuka pintu mobilnya dan anak kecil itu tambah terkejut lagi ketika melihat bahwa si orang kaya itu tidak mempunyai kedua kaki.
Akhirnya anak itupun lari sambil menjawab, “Tidak…tidak, saya tidak mau, saya mau jadi seperti sekarang ini saja !”
Terkadang dalam kehidupan ini, kita sering merasa kurang dan mengeluh karena kekurangan kita, dan seringkali kita membanding-bandingkan dengan orang lain yang kelihatan lebih sukses dan berhasil, tetapi begitu kita tahu kenyataan yang sedang dihadapi oleh orang yang kita anggap sukses dan berhasil itu, belum tentu kita akan bisa menerimanya, karena apa yang kita pikirkan belum tentu sesuai dengan apa yang menjadi kenyataan sebenarnya.
Ada orang yang selalu mengeluh karena tidak punya sepatu, sehingga kemana-mana selalu sakit kakinya terantuk batu, sampai suatu hari ia bertemu dengan orang yang tidak mempunyai kaki, barulah ia bisa merasa bersyukur dengan apa yang sudah ia miliki.
Janganlah selalu mengeluh dan membanding-bandingkan dengan orang lain tentang kehidupan kita, selalulah bersyukur dengan apa yang sudah kita punyai dan tetap semangat untuk memperjuangkan yang lebih baik lagi.

Semoga semua makhluk berbahagia..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar