[Toko Makmur Sentosa] | [tutup]
PASAR HOLISTIK

Kamis, 21 Juni 2012

Family


Saya menabrak seseorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. “Oh, maafkan saya” adalah reaksi saya.. Ia berkata, “Maafkan saya juga; Saya tidak melihat anda.” Orang yang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda. Pada hari itu juga, saat saya sedang memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus seperti ada suara berbicara kepadaku, “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yng engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.”
“Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat untukmu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.” Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.
Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku. “Apakah bunga-bunga ini kau petik untukku ?”
Ia tersenyum, “Aku menemukannya jatuh dari pohon. Aku mengambil bunga-bunga ini karena meraka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.”

Senin, 18 Juni 2012

Kematian ? Siapa takut ! :-)


Banyak orang yang akan mengganggap anda aneh, jika anda membicarakan soal kematian, apalagi jika pada pesta perkawinan lalu anda bicara soal kematian, bisa-bisa anda akan dianggap orang yang tidak waras. :-)
   Tetapi, biar suka atau tidak, yang namanya kematian memang merupakan bagian dari kehidupan kita, jika kita telah dilahirkan ke dunia ini, maka kita terikat kontrak kematian yang datangnya entah kapan kita tidak bisa menduga-duganya, jadi dalam menyikapi soal kematian kita tidak perlu takut atau cemas, asalkan selama hidup ini, kita selalu melakukan perbuatan baik, berpikir yang baik-baik dan mengucapkan kata-kata yang baik, maka kita tidak usah cemas soal kematian.
  Seperti yang dikisahkan Ajahm Brahm dalam bukunya “Si cacing dan kotoran kesayangannya 3!” pada cerita yang ke 30 di buku tersebut mengisahkan tentang seorang pengusaha yang mendapat vonis dokter bahwa dia mengindap kanker ganas dan hidupnya tidak akan lama lagi.
   Begitu mendengar berita itu, maka si pengusaha lalu menjual usahanya dan berencana mengadakan liburan bersama keluarga keluar negeri seperti yang pernah dia janjikan kepada keluarganya, tetapi belum terlaksana karena kesibukannya selama ini.
Saat dia telah menjual usahanya dan siap-siap akan berlibur, tiba-tiba dia mendapat telpon dari dokter, bahwa ternyata vonis kanker ganas yang dijatuhkan padanya itu keliru dengan vonis untuk orang lain yang memiliki nama sama, sedangkan dia sendiri ternyata sehat sempurna.
   Apa yang dilakukan pengusaha itu, diapun tetap melanjutkan rencana berliburnya dan dia sangat bersyukur atas peristiwa itu, karena dengan kejadian itu, dia baru menyadari betapa pentingnya keluarganya daripada usahanya, dan jika tidak ada peristiwa itu maka dia tidak akan pernah bisa melaksanakan rencana liburan bersama keluarga itu.

Kamis, 14 Juni 2012

Dimana letak kebahagiaan ?


Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikatnya. Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata, "Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia -siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih".
Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya?
Malaikat pertama mengusulkan, "Letakan dipuncak gunung yang tinggi".  Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju. Lalu malaikat kedua berkata, "Letakkan di dasar samudera".
Usul itupun kurang disepakati.
Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu  juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat  yang dibisikkan tadi.
Sejak hari itu kebahagiaan untuk manusia tersimpan rapi di tempat itu. Rupanya tempat itu cukup susah ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin menemukan kebahagiaan.
Kita ingin merasa bahagia. Tapi dimana mencarinya?
Ada yang mencari kebahagiaan sambil berwisata ke gunung, ada yang mencari di pantai, Ada yang mencari ditempat yang sunyi, ada yang mencari ditempat yang ramai. Kita mencari rasa bahagia di sana-sini: di pertokoan, di restoran, ditempat ibadah, di kolam renang, di lapangan olah raga, di bioskop, di layar televisi, di kantor, dan lainnya. Ada pula yang mencari kebahagiaan dengan kerja keras, sebaliknya ada pula yang bermalas-malasan. Ada yang ingin merasa bahagia dengan mencari pacar, ada yang mencari gelar, ada yang menciptakan lagu, ada yang mengarang buku, dll.
Pokoknya semua orang ingin menemukan kebahagiaan. Pernikahan misalnya, selalu dihubungkan dengan kebahagiaan. Orang seakan-akan beranggapan bahwa jika belum menikah berarti belum bahagia. Padahal semua orang juga tahu bahwa menikah tidaklah identik dengan bahagia.
Juga kekayaan sering dihubungkan dengan kebahagiaan. Alangkah bahagianya kalau aku punya ini atau itu, pikir kita. Tetapi kemudian ketika kita sudah memilikinya, kita tahu bahwa benda tersebut tidak memberi kebahagiaan.
Kita ingin menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan itu diletakkan oleh tiga malaikat secara rapi. Dimana mereka meletakkannya? Bukan dipuncak gunung seperti diusulkan oleh malaikat pertama. Bukan didasar samudera seperti usulan malaikat kedua. Melainkan di tempat yang dibisikkan oleh malaikat ketiga.
Dimanakah tempatnya ?
Saya menuliskan sepenggal kisah perjalanan hidup saya untuk berbagi rasa dengan teman-teman semua, bahwa untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan itu tidaklah mudah. Perlu perjuangan. Ibarat sebuah berlian, dimana untuk mendapatkan kilauan yang cemerlang, harus terus diasah dan ditempa sehingga kemilauan yang dihasilkan terpancar dari dalamnya.
Begitu juga hidup ini. Kita harus rendah hati. Seringkali kita merasa minder dengan keberadaan diri kita. Sering kali kita berkata, ach... gue mah belum jadi orang.  Tinggal aja masih ama ortu, ngontrak, TMI (Taman Mertua Indah), dll.
Kita harus ingat, bahwa yang menentukan masa depan kita adalah Tuhan.  Dan kita harus menyadari bahwa jalan Tuhan bukan jalan kita.  Tuhan akan membuat semuanya INDAH pada waktunya. Jika menurut buku ada 7 faktor (mental, spiritual, pribadi, keluarga, karir, keuangan dan fisik) yang menentukan sukses seseorang, mengapa tidak kita coba untuk mencapainya semua itu? Setelah kita mencapainya, bagaimana kita membuat ke-7 faktor tersebut menjadi seimbang?
Yang penting disini adalah hikmatnya. Barangsiapa yang bijaksana dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dalam hidup ini.
Oh ya..., dimanakah para malaikat menyimpan kebahagiaan itu? DI HATI YANG BERSIH.. (Oleh : Aprianti)

Senin, 11 Juni 2012

Tour religi 7 hari

Pada tanggal 1 sampai 7 juni saya mengikuti tour untuk mengunjungi tempat-tempat peribadahan, yaitu vihara-vihara dan klenteng-klenteng yang ada di daerah jakarta dan jawa barat. Berikut ini sedikit cerita yang bisa saya bagikan, semoga bisa menambah wawasan kita semua tentang tempat-tempat wisata religi di jakarta dan jawa barat.
Hari pertama kita berangkat dari semarang sekitar pukul 8 pagi, menuju ke klenteng banten dan sepanjang perjalanan melewati beberapa vihara dan klenteng, di antaranya di pekalongan, kita sempat mampir sejenak untuk silahturahmi dan istirahat sejenak.
Karena jarak yang cukup jauh dari semarang ke banten, dan juga karena sepanjang perjalanan singgah di beberapa tempat ibadah, jadinya kita sampai di klenteng banten sekitar pukul 2 pagi dini hari, capek juga perjalanannya. :-)
Pada hari kedua, kita berangkat menuju ke jakarta dan mampir ke vihara tanjung kait, klenteng Tjing Te Yuen, juga sempat mampir ke taman anggrek mall dan kemudian menuju vihara cileungsi untuk bermalam disana.
Pada hari ketiga, berangkat menuju vihara palabuhan ratu, dan sempat mampir di klenteng cileungkap yang ada sumur 7 nya.
Untuk hari keempat, kita masih bermalam di vihara palabuhan ratu, dan sempat bertemu dengan mama ai rin, pendiri vihara tersebut yang juga menjadi suhu di vihara tersebut, jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang mama ai rin dan vihara palabuhan ratu, silahkan klik disini.
Pada hari kelima kita berangkat menuju taman wisata bunga di cipanas lalu ke bandung dan singgah di klentengnya serta menginap di hotel yang ada disana.
Hari keenam, pagi hari kita diberi kesempatan untuk berbelanja di bandung dan sempat mampir ke cihampelas mall, kemudian perjalanan dilanjutkan ke banyumas, lalu ke cilacap dan bermalam di klenteng cilacap.
Dan hari terakhir, dari klenteng cilacap kita menuju teluk penyu untuk bersantai sejenak, baru kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke semarang, dan sesekali mampir ke tempat perbelanjaaan untuk membeli oleh-oleh. :-)
Perjalanan tour selama 7 hari ini, lumayan membawa kesan-kesan yang indah, hanya sayang kadang-kadang antar peserta tour terjadi sedikit perselisihan, tetapi untungnya masih bisa diselesaikan dengan damai. :-)
Berikut ini, beberapa foto-foto yang sempat saya ambil, selamat menikmati. :-)

Vihara banten

vihara banten

klenteng ciamis

altar di klenteng cilacap

altar vihara cileungsi

gapura klenteng cileungsi

klenteng pekalongan

Vihara Palabuhan ratu

altar utama vihara Palabuhan Ratu

altar utama vihara Palabuhan Ratu

Rupang Bi Lek Hud di Palabuhan Ratu

tempat sembahyang dewi bumi vihara Palabuhan Ratu

pagoda klenteng tanjung kait jakarta

vihara gayatri - sumur 7 cileungkap


tempat sembahyang sumur 7

tempat sembahyang sumur 7





Selasa, 29 Mei 2012

Orang Pinggiran


   Pernah menonton acara “Orang Pinggiran” di Trans 7 ? Pada hari ini menceritakan tentang ujang dan ade, sepasang suami istri yang hidup di daerah jawa barat.  Sang suami si ujang, mencari nafkah dengan menerima jahitan pakaian, sedangkan istrinya, ade, membuat keset anyaman dari kain-kain sisa konveksi.
   Apa yang menarik dari kisah hidup mereka ? Mereka sepasang suami istri yang mempunyai cacat tubuh, sang istri, tangan kanannya cacat sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik, sehingga kalau mengerjakan pesanan keset anyaman, menggunakan tangan kirinya, dibantu suaminya. Sedangkan sang suami, ada kelainan di kaki nya sehingga kalau berjalan jauh sulit.
    Uniknya dari pasangan suami istri ini, walaupun mereka sama-sama memiliki kekurangan baik dalam hal fisik ataupun materi, mereka tetap bisa rukun dan saling menyayangi, beda sangat jauh, kalau kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, jika ada pasangan suami istri yang kaya raya, mereka malah mempunyai banyak masalah, sehingga sering terjadi pertengkaran dan berujung pada perceraian, hal ini sering kita lihat pada cerita-cerita sinetron di televisi. Karena pada hakekatnya cerita-cerita di sinetron itu mengambil inspirasi dari kehidupan nyata sehari-hari.
Demikian pula, kalau kita lihat dari kisah-kisah orang pinggiran, banyak anak-anak dari keluarga miskin, yang justru sangat berbakti kepada orang tuanya, walaupun mereka tidak bisa bersekolah karena ketiadaan biaya, mereka malah membantu orang tua mencari nafkah sebisa mereka, sangat jauh berbeda dengan anak-anak di kota yang hidup berkecukupan, mereka sering menghambur-hamburkan uang dan sering kali terhadap orang tua mereka tidak punya rasa hormat. Hal ini juga dipicu oleh kekurangan perhatiaan dan kasih sayang orang tua mereka, karena orang tuanya sibuk bekerja mencari nafkah dan mengumpulkan harta.
   Sungguh indah jika kita bisa meniru sifat dan perilaku baik dari orang-orang pinggiran, yang walaupun hidup sangat sederhana dan sangat kekurangan, masih bisa bersyukur, bisa saling menyayangi, anak-anaknya berbakti kepada orang tuanya. Merekapun juga tetap gigih dalam memperjuangkan hidupnya, walaupun sangat berat menjalaninya. Sungguh patut dipuji perjuangan dan perilaku mereka.
   Disini saya sangat menyarankan, jika kita sebagai orang tua, cobanya sering-sering mengajak anak-anak menonton acara-acara seperti “orang pinggiran”, “jika aku menjadi”, dan sebagainya, dengan tujuan agar kita dan anak-anak kita juga bisa melihat "ke bawah", ke kehidupan orang-orang miskin, agar kita bisa memahami suka-duka yang mereka alami, untuk dijadikan pelajaran bagi kita dan anak-anak kita, agar bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi. Jadi jangan hanya melihat "ke atas" ke kehidupan orang kaya saja, karena walaupun mereka terlihat bahagia, tetapi tidak selamanya seperti itu, karena mereka juga mempunyai masalah-masalah mereka sendiri, yang justru kadang-kadang masalah yang mereka hadapi lebih berat daripada masalah yang dihadapi orang-orang miskin. Buktinya, silahkan anda lihat cerita-cerita sinetron. :-)
Semoga semua makhluk berbahagia..

Rabu, 23 Mei 2012

Klenteng Banyumas

Dua hari yang lalu saya melakukan perjalanan ke klenteng Boen Tek Bio di Banyumas. Klenteng yang terletak di jalan Pungkuran 790 ini mempunyai  tuan rumah Kongco Hok Tek Ceng Sin (Fu Tek Zheng Shen).
Perjalanan ke banyumas dari semarang, kalau lancar memakan waktu 5 – 7 jam, karena rute yang dilalui juga ada jalan yang masih rusak, lumayan berat, di sekitar jalan menuju Purworejo. Sepanjang perjalanan mendekati Purworejo itu, banyak yang berjualan minuman dawet hitam, yang rasanya enak juga. :-)
Sesampainya di klenteng Boen Tek Bio, suasana sudah cukup ramai, karena itu pas malam menjelang tanggal 1 imlek, yang biasanya banyak orang yang datang untuk bersembahyang, terutama sembahyang tengah malam jam 12, menyambut tanggal 1 imlek.
Klenteng Boen Tek Bio cukup luas juga, walaupun tidak seluas klenteng tuban atau klenteng madura (lihat artikel tentang jut bio ke madura). Di Klenteng ini, ada yang istimewa, karena ada altar pemujaan dewa 5 sumur, yang airnya sudah disediakan untuk para pengunjung jika ingin meminumnya atau mau dibawa pulang.
Hawa di banyumas kalau malam sangat dingin juga, apalagi bagi saya yang orang semarang yang berhawa panas. Hal ini karena memang dekat dengan gunung slamet. Jika anda ingin mengetahui tentang kota banyumas silahkan anda cari via google dengan kata kunci banyumas.
Berikut ini, beberapa foto klenteng banyumas, yang bisa saya ambil.



Prasasti Klenteng Boen Tek Bio

Sembahyang bersama di tengah malam

Gedung serba guna

Prasasti gedung serba guna

Lukisan 8 dewa di dinding

Altar Utama Hok Tek Ceng Sin

Altar Dewa Kwan Kong

Aula untuk pertemuan

kamar mandi & WC

Jumat, 18 Mei 2012

Di Balik Seribu Wajah


     Siang itu saat liburan, saya sedang nonton tv, dan melihat siaran TVRI, acaranya adalah “Kaki langit” yang dipandu oleh ibu sandrina, acaranya sudah berjalan beberapa saat, waktu itu topik yang dibahas berjudul “dibalik seribu wajah” yang ternyata membahas tentang penyakit Lupus, yaitu penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh justru menyerang organ-organ tubuh, sehingga menyebabkan bermacam-macam penyakit,  yang sering mengelabui penyakit aslinya, makanya penyakit ini sering disebut penyakit seribu wajah.
     Istilah penyakit lupus diambil dari bahasa latin yang artinya anjing hutan/serigala, istilah ini dipakai karena pada umumnya penderita akan mengalami ruam merah berbentuk kupu-kupu di wajah mereka, jadi seperti pipi serigala, hanya saja warnanya putih. Penyakit lupus ini bisa disetarakan dengan penyakit kanker, karena juga mematikan dan penderitanya banyak yang tidak tertolong.
    Beberapa faktor yang menyebabkan penyakit lupus ini, karena pengaruh : Lingkungan, Infeksi, Paparan sinar matahari, stress dan obat-obatan tertentu. Gejala awal yang muncul, adalah adanya bercak-bercak kemerahan di pipi dan wajah, juga dibagian tubuh yang lainnya, yang juga disertai dengan rasa panas dan rasa lelah berkepanjangan, rambut rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Tetapi penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, juga organ-organ dalam tubuh.
     Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut penyakit lupus ini, bisa melihatnya disini. Kembali ke acara TVRI kaki langit tadi, tamu yang diundang ada seorang ibu yang bernama Rini Tjakrawerdaja yang juga mengidap lupus, dahulunya  selalu minum obat-obatan, sampai dalam sehari bisa minum 40 tablet/kapsul obat, tetapi kemudian beliau mendalami pengobatan semacam hipnotherapy, dan bisa membuatnya lebih sehat tanpa obat-obatan, walaupun lupusnya masih ada, tetapi beliau tetap optimis dalam menanggapinya.
Yang menariknya, beliau juga mempelajari tentang hipnotherapy itu dan sudah mempunyai sertifikat untuk membuka praktek. Dalam perbincangan itu, beliau menyebutkan, bahwa pikiran bawah sadar kita yang menentukan kesehatan kita, dan untuk itu perlu diberikan auto sugesti yang positif. Beliau menyebutkan ada 5 kata yang seminim mungkin dipakai dalam sugesti kita. Kelima kata itu adalah :
     1.    Jangan
Misalkan kita berjumpa dengan orang lagi sakit flu, kita kemudian berkata “Jangan dekat-dekat saya nanti menularkan flunya “ maka bisa dipastikan kita akan juga kena flu. Yang bisa kita lakukan adalah mensugesti bawah sadar kita, bahwa biar mereka sakit, tetapi kita tetap sehat.
     2.    Jangan-jangan
Contoh, kita habis kehujanan, lalu kita berpikir, jangan-jangan kita akan kena flu, maka pasti akan kena flu.
     3.    Semoga
Kata semoga, menyimbolkan keragu-raguan, seharusnya gunakan kata “Yakin” saja.
     4.    Akan
Kata akan menyimbolkan sesuatu di masa depan yang entah kapan, jadi daripada kita mengucapkan “Saya akan sehat” lebih baik diganti “Saya yakin sehat” disini kita yang penting yakin dulu, yakin kepada Tuhan pasti akan memberikan kesembuhan, walaupun itu entah kapan, yang penting yakin dulu.
     5.    Harus
Sebagai contoh, jika kita mau bangun pagi, kita berpikir “Saya harus bangun pagi jam 6” maka pasti kita akan terlambat. Gunakan kata-kata “Saya mau bangun pagi jam 6” maka jam 6 kurang sedikit kita akan bangun.
Itulah 5 kata yang menurut beliau digunakan seminim mungkin. Dalam Auto sugesti, kita seperti berbicara dengan diri sendiri, tetapi tujuannya untuk memberikan sugesti positif kepada pikiran bawah sadar kita, karena dengan begitu bawah sadar kita akan juga turut membantu dalam menjaga tubuh kita agar selalu sehat. Pikiran bawah sadar kita juga bisa membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, sehingga juga akan mempercepat pemulihan penyakit. Oleh karena itu cobalah secara rutin berbicara dengan diri kita sendiri, yang maksudnya adalah untuk mensugesti bawah sadar kita agar turut menjaga tubuh ini.
Dalam auto sugesti ini, kita bisa mengucapkan nama kita sendiri disertai kata-kata yang manis dan enak didengar, seperti kata sayang, kasih, dan sebagainya. Jadi disini kita berusaha untuk menyayangi diri sendiri, sehingga timbul pikiran yang positif dan tidak terpengaruh lingkungan luar yang mungkin negatif.
Untuk pengobatan penyakit lupus, selain dengan cara auto sugesti itu, ada juga dengan menggunakan penyembuhan alami dari herbal dan bahan-bahan alami, salah satunya yang baik dan bermanfaat adalah dengan mengkonsumsi CRYPTO-PPARS yang terbuat dari alga air laut bernama Cryptomonadales, jika anda ingin tahu tentang produk ini, baca disini. Dan masih banyak herbal dan bahan-bahan alami lainnya yang juga bisa membantu kesembuhan penyakit lupus.
Sekarang juga sudah ada Yayasan yang memberikan penyuluhan tentang penyakit lupus ini, jika anda ingin mengetahuinya lebih lanjut, silahkan klik disini.
Semoga semua makhluk berbahagia..