Ada dua orang yang sama-sama pergi ke tempat ibadah. Yang
pertama, si A, ia pergi ke tempat ibadah dengan penuh kritikan, ketika
kebaktian dimulai ia mendengar beberapa kata-kata doa yang salah yang diucapkan
pemimpin kebaktian. Ketika acara paduan suara dimulai, ia merasa ada beberapa
orang yang salah nada dan mengganggu keharmonisan paduan suara itu. Si A
berpikir, “Seharusnya orang-orang semacam itu, tahu diri dan jangan ikut paduan
suara.”
Ketika saat memberikan dana atau persembahan untuk tempat
ibadahnya, si A mengeluh, kenapa harus tiap minggu memberikan dana terus ? Dan
ketika ia hanya memberi dana persembahan Rp. 1.000, ia merasa orang-orang
disebelah seperti menyindirnya.
Saat pemimpin kebaktian berceramah, ia menghitung, bahwa ada
10 kali si penceramah salah ucap dalam ceramahnya. Si A pun pulang dengan
seribu satu macam omelan, ia berkata pada istrinya, “Cukup sampai disini saja,
lain kali aku tidak mau ke tempat ibadah lagi, yang penuh dengan orang munafik seperti
itu.”


